Jaga Kegiatan Islami, Jamaah Masjid Al-Ikhlas Lakukan Yasinan Malam Jumat
Kunci Sukses Masjid Ar-Rohman Pasir Biru Jaga Eksistensi Masjid Melalui Tokoh
Dakwahpos.com, Bandung- Kepada bidang DKM Ar-Rohman Pasir Biru mengungkapkan salah satu kunci kesuksesan Ar-Rohman Pasir Biru menjaga eksistensi, Ia mengatakan, itu merupakan baiknya sinergi yang dilakukan masjid terhadap semua elemen umat didalam pembinaan.
"Pembinaan dilakukan dua sisi secara formal kegiatan belajar mengajar pada anak diniyyah dan Smp, kegiatan tahfidz dan tahsin jadi kita bersinergi." Kata pak Ridwan usai penganugrahan percontohan, jumat (09/10/2026).
Ia menerangkan, tim pembinaan melibatkan unsur tokoh anak didiknya, sehingga memiliki kekuatan lokal menjaga eksistensinya, Selan itu anak diniyyah pernah menjuarai perlombaan juara 1 dan 3 se kabupaten.
Namun, ia berpendapat masjid Ar-Rohman Pasir Biru dimanisi ini memang mempunyai keunikan sendiri, dari temoatnya yang berada di pertengahan warga, Hal ini banyak membuat hapir tidak pernah ada masalah dalan bersoialsasi, disebabkan rasa toleransi kedua pihak sudah sangat tinggi dan terjaga sampai hari ini." Ujar Ustaz Mohamad Munir
Selain itu juga, Masjid Ar-Rohman Pasir Biru turut di untungkan dengan kehadirab mahasiswa yang turut ikut membantu dalam belajar mengajar di masjid Ar-Rohman Pasir Biru, jadi proses belajar mengajar semakin terkontrol.
Reporter : Mahesa Almaliki Hidayat KPI/3C
Ustaz Akhyar: Nasihat di Depan Umum Bisa Jadi Celaan
Dakwahpos.com, Bandung- Adab dalam menyampaikan nasihat menjadi sorotan dalam kajian Hadis di Masjid Al-Hikmah Permata Biru, Minggu (4/10/2026). Ustaz Akhyar mengingatkan, nasihat yang disampaikan di tengah khalayak justru berisiko menjadi celaan.
Ia menjelaskan, saling menasihati adalah hubungan dua arah, bukan satu pihak yang aktif dan pihak lain yang pasif. Setiap orang bisa menjadi pemberi sekaligus penerima nasihat.
“Ustaz menasihati jemaahnya, jemaah juga sekali-kali mengingatkan ustaz, dan itu tidak dianggap sesuatu yang merendahkan,” ujar Ustaz Akhyar.
Meski begitu, menurutnya, menasihati tetap membutuhkan etika dan tata krama. Ia mengutip pesan Imam Syafi’i yang meminta agar dirinya dinasihati saat sedang sendirian, bukan di hadapan banyak orang. Menurut Imam Syafi’i, kata Ustaz Akhyar, nasihat yang disampaikan di tengah khalayak tidak lagi disebut nasihat, melainkan taubikh. Artinya, sama saja dengan mencela, merendahkan, dan menjatuhkan nama baik.
Ia menambahkan, kewajiban saling menasihati berlaku bagi siapa pun, mulai dari pemimpin hingga masyarakat umum. Dalam keluarga, nasihat mengalir dari suami kepada istri, istri kepada suami, orang tua kepada anak, dan anak kepada orang tua. Penerima nasihat pun, lanjutnya, perlu berlapang dada. Orang yang hatinya lembut akan berterima kasih ketika diingatkan, sedangkan orang yang hatinya keras cenderung marah.
“Mudah-mudahan itu tidak terjadi pada diri kita,” imbuhnya.
Reporter: M. Alif Ramdhan Sohibul Fahmi, KPI/3D

Program Kerja dan Kegiatan Utama Wakil DKM Masjid Al Muhajirin bapak Eko Purnama
Pengajian Bulanan Masjid Al-Barokah: Ustaz Amin Kupas Tuntas Tema "Ketika Allah Murka"
Waktu Salat Mepet, Ustaz Bahas Boleh Tidaknya Melanjutkan Qobliyah Subuh saat Kajian Fikih Mingguan
Reporter: Raka Dean Zakiansyah 3/D

Suasana Teduh Masjid dan Madrasah Nurul Ilmi Cibiru Wetan Jelang Salat Jumat
Salah seorang pemuda masjid setempat, Abdul Aziz, mengaku senang melihat suasana salat Jumat yang ramai, terlebih dengan banyaknya anak-anak yang turut hadir. Menurutnya, hal itu menandakan anak-anak mulai terbiasa datang ke masjid sejak dini.
“Sebagai pemuda masjid, saya justru senang melihat hal seperti ini, karena artinya anak-anak mulai terbiasa datang ke masjid sejak kecil,” ujar Abdul Aziz, pemuda Cibiru Wetan yang rutin salat Jumat di masjid tersebut.
Ia mengakui masih ada anak-anak yang bercanda atau mengobrol ketika khatib menyampaikan khotbah. Namun, ia menilai hal itu wajar karena mereka masih dalam proses belajar.
“Tinggal bagaimana kita sebagai orang yang lebih dewasa bisa mengarahkan dan memberi contoh yang baik kepada mereka,” tuturnya.
Menurut Abdul Aziz, kehadiran anak-anak bukan sesuatu yang perlu dipermasalahkan, melainkan kabar baik bagi masa depan masjid. Syaratnya, tetap ada bimbingan agar pelaksanaan salat Jumat berlangsung tertib dan khusyuk.
Reporter: Alpiyan Pasha, KPI/3D
