Headline
Memuat berita terbaru...
Memuat berita pilihan...

Masjid

Indeks →
Memuat Masjid...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Opini

Indeks →
Memuat Opini...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Sosok

Indeks →
Memuat Sosok...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Pendidikan

Indeks →
Memuat Pendidikan...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Sastra

Indeks →
Memuat Sastra...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Ekonomi

Indeks →
Memuat Ekonomi...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Wisata

Indeks →
Memuat Wisata...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Resensi

Indeks →
Memuat Resensi...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Info Lomba

Indeks →
Memuat Info Lomba...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Terkini

Indeks →
Memuat kiriman terkini...

Terkini

Memuat kiriman terkini...

Terkini Lanjutan

Memuat kiriman terkini...

Indeks Semua Kiriman Terkini Tanpa Label

Memuat indeks kiriman...

Jaga kebersihan Dan Kenyamanan, Masjid Ar-Rahmah Cijerah Adakan Bersih-Bersih Masjid

Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Ar-Rahmah Bandung Mengadakan agenda bersih-bersih masjid, Minggu (20/09/2026). Agenda ini dilakukan agar kebersihan serta kenyamanan dalam beribadah tetap terjaga. Bersih-bersih dimulai dengan pembagian tugas tentang apa saja yang harus di bersihkan.

kegiatan bersih-bersih di masjid mengatakan bahwa agenda bersih-bersih masjid dilakukan oleh masyarakat yang ada di sekitar masjid, mulai dari orang tua, remaja, serta anak-anak ikut berpatisipasi dalam kegitan bersih-bersih masjid yang setidaknya dilakukan sekali seminggu.

Adapun bentuk Bersih-Bersih Masjid ini yaitu seperti, membersihkan karpet, kaca, mimbar, kamar mandi, tirai, merapihkan mukena , merapihkan al-quran, menyapu dan mengepel lantai, kemudian membersihkan halaman depan masjid dari sampah-sampah yang berserakan.

Reporter:Nirwan Abdul Aziz (KPI 3D)

Ustaz Saepul: Istikamah Bukan Kesempurnaan, melainkan Konsistensi dalam Kebaikan

Dakwahpos.com, Bandung - Ustaz Saepul mengajak jemaah memahami istikamah sebagai kesungguhan untuk kembali pada kebaikan, bukan tuntutan untuk tidak pernah melakukan kesalahan. Ia menyampaikan pesan tersebut dalam khotbah Jumat di Masjid Medina Insan Qur'ani, Cibiru, Jumat (09/10/2026).

Menurut Ustaz Saepul, semangat beribadah yang berubah-ubah menjadi tantangan dalam menjaga keimanan. Seseorang dapat bersemangat membaca Al-Qur’an pada suatu hari, tetapi kemudian kembali pada kebiasaan lama. Karena itu, setiap muslim perlu terus memperbaiki diri ketika keimanannya melemah.

“Istikamah bukan berarti manusia tidak pernah salah. Istikamah berarti ketika jatuh dia bangkit, ketika salah dia bertobat, ketika lemah dia kembali kepada Allah Swt.,” katanya.

Ustaz Saepul menjelaskan bahwa pengakuan iman harus berjalan bersama konsistensi dalam kehidupan sehari-hari. Ia merujuk Surah Fussilat ayat 30 yang menghubungkan pengakuan kepada Allah Swt. dengan keteguhan pendirian.

Ia menguraikan lima langkah untuk menjaga istikamah, yaitu memperkuat iman, membiasakan amal kecil, memilih lingkungan pertemanan yang saleh, menyegerakan tobat, dan memperbanyak doa agar Allah Swt. meneguhkan hati.

Ustaz Saepul menyoroti kebiasaan seseorang yang ingin menjalankan banyak ibadah sekaligus, tetapi akhirnya berhenti karena merasa terlalu berat. Ia mengingatkan jemaah agar tidak meremehkan amal kecil yang berlangsung secara konsisten.

“Jadi intinya, lebih baik sedikit demi sedikit tapi terus-menerus,” ungkapnya.

Selain membiasakan amal kecil, Ustaz Saepul menekankan pentingnya lingkungan pertemanan. Menurutnya, pergaulan dengan orang yang menjaga salat, mengingat Allah Swt., dan bersedekah dapat menumbuhkan semangat untuk melakukan kebaikan serupa.

Ia juga mengingatkan jemaah agar tidak menunggu usia tua, kekayaan, atau masa pensiun untuk bertobat. Kebiasaan menunda perubahan dapat membuat seseorang terus berada dalam kesalahan.

“Padahal kita tidak pernah tahu kapan ajal kita datang,” imbuhnya.

Ustaz Saepul menambahkan bahwa istikamah tidak hanya menyangkut pelaksanaan ibadah. Kejujuran, amanah, tanggung jawab dalam mendidik anak, usaha mencari nafkah, dan hubungan silaturahmi juga menjadi bagian dari ketaatan sehari-hari.

Pada akhir khotbah, ia mengajak jemaah tidak berputus asa dari rahmat Allah Swt. Ia merujuk Surah Az-Zumar ayat 53 untuk menguatkan ajakan agar setiap muslim segera bertobat dan kembali mendekat kepada-Nya.

Reporter: Rizwan Fadillah, KPI/3D

Uploaded Image

Bukan Cuma Soal Uang! Ustaz Karyadi Ungkap Makna Rezeki Sejati di Masjid Nurul Amal

Dakwahpos.com – Bandung – Kegiatan pengajian rutin ibu-ibu dan bapak-bapak kembali digelar di Masjid Nurul Amal Pasir Biru pada Rabu (14/10/2026). Pengajian yang dimulai setelah salat Isya ini diikuti antusias oleh jamaah dari berbagai kalangan usia.

Acara dibuka dengan pembacaan tilawah juz 30 secara bersama-sama yang dipimpin oleh Ustaz Karyadi untuk kelompok ibu-ibu, dan kelompok bapak-bapak. Suasana khusyuk terlihat ketika para jamaah membaca setiap ayat dengan tartil.

Setelah pembacaan tilawah juz 30, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Karyadi. Dalam kajiannya, beliau menjelaskan bagaimana baiknya rezeki itu datang kepada kita, terutama saat mencari rezeki dengan bekerja dan rezeki yang bentuknya bukan hanya tentang harta.

"Rezeki itu bukan semua yang berbau tentang uang ibu-ibu, bapa-bapak, rezeki itu ketika kita masih diberi kesempatan untuk bernafas, rezeki itu datang dengan kesehatan, kebahagian. dan rezeki itu nggak bakal pernah ketukar sama orang lain," ujarUstaz Karyadi dalam ceramahnya.

Pengajian ditutup dengan doa bersama agar keluarga para jamaah senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, dan kelapangan rezeki. Banyak peserta berharap kegiatan ini terus berlangsung karena memberikan manfaat spiritual dan mempererat silaturahmi antar warga.
 
Reporter :  M Aufa Ismatulloh, KPI/3CWhatsApp Image 2026-10-21 at 22.40.10.jpeg

Tulus Mengabdi Tanpa Ambisi: Dedikasi DKM Masjid Nurul Amal Ustaz Karyadi Rawat Keistiqamahan Jamaah

Dakwahpos.com, Bandung - Perjalanan panjang sebuah tempat ibadah tidak lepas dari dedikasi tokoh-tokoh lokal yang tulus mengabdi bagi masyarakat. Masjid Nurul Amal yang berlokasi di Pasir Biru, Kecamatan. Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat, memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan peran aktif Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) serta partisipasi warga setempat.

Ustaz Karyadi, selaku Ketua DKM Nurul Amal, memaparkan bahwa eksistensi masjid ini berawal dari sebuah mushola kecil yang dibangun di atas tanah wakaf keluarga. Mushola tersebut awalnya berdampingan dengan Masjid Manbaul Huda, sebelum akhirnya berkembang menjadi masjid mandiri pada era 1970-an berkat wakaf tanah seluas dua belas tumbak dari para leluhur keluarga.

Sebagai pemimpin DKM yang telah dipercaya melalui proses musyawarah mufakat secara demokratis sejak masa jabatan sebelumnya hingga periode 2024–2027, Pak Sumpena mendedikasikan waktunya untuk mengurus umat. Ia menegaskan bahwa amanah sebagai ketua DKM dijalankan bukan atas dasar ambisi pribadi, melainkan bentuk panggilan jiwa untuk menjaga keistiqamahan jamaah.

"Namanya orang dipercaya harus diterima begitunya, walau pun kita ga mau juga, paling ya mengurus umat, datang membawa bekal akhirat," ujar Ustaz Karyadi saat menceritakan motivasinya dalam memimpin DKM  Nurul Amal.

Ia juga berpesan kepada generasi muda agar senantiasa membiasakan diri memakmurkan masjid sejak usia dini, karena kedekatan dengan rumah Allah di masa tua berawal dari kebiasaan baik di masa muda.

Di bawah kepengurusannya, Masjid Nurul Amal terus konsisten menjalankan berbagai program keagamaan yang fleksibel namun terstruktur. Program tersebut meliputi pengajian rutin ba'da Subuh, malam Ahad, ba'da Maghrib, hingga pembinaan khusus bagi anak-anak dan remaja yang dibimbing langsung oleh pengajar setempat.

Reporter :  M Aufa Ismatulloh, KPI/3CWhatsApp Image 2026-10-21 at 22.19.12.jpeg

Tulus Mengabdi Tanpa Ambisi: Dedikasi DKM Masjid Nurul Ustaz Karyadi Amal Rawat Keistiqamahan Jamaah

Dakwahpos.com, Bandung - Perjalanan panjang sebuah tempat ibadah tidak lepas dari dedikasi tokoh-tokoh lokal yang tulus mengabdi bagi masyarakat. Masjid Nurul Amal yang berlokasi di Pasir Biru, Kecamatan. Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat, memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan peran aktif Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) serta partisipasi warga setempat.

Ustaz Karyadi, selaku Ketua DKM Nurul Amal, memaparkan bahwa eksistensi masjid ini berawal dari sebuah mushola kecil yang dibangun di atas tanah wakaf keluarga. Mushola tersebut awalnya berdampingan dengan Masjid Manbaul Huda, sebelum akhirnya berkembang menjadi masjid mandiri pada era 1970-an berkat wakaf tanah seluas dua belas tumbak dari para leluhur keluarga.

Sebagai pemimpin DKM yang telah dipercaya melalui proses musyawarah mufakat secara demokratis sejak masa jabatan sebelumnya hingga periode 2024–2027, Pak Sumpena mendedikasikan waktunya untuk mengurus umat. Ia menegaskan bahwa amanah sebagai ketua DKM dijalankan bukan atas dasar ambisi pribadi, melainkan bentuk panggilan jiwa untuk menjaga keistiqamahan jamaah.

"Namanya orang dipercaya harus diterima begitunya, walau pun kita ga mau juga, paling ya mengurus umat, datang membawa bekal akhirat," ujar Ustaz Karyadi saat menceritakan motivasinya dalam memimpin DKM  Nurul Amal.

Ia juga berpesan kepada generasi muda agar senantiasa membiasakan diri memakmurkan masjid sejak usia dini, karena kedekatan dengan rumah Allah di masa tua berawal dari kebiasaan baik di masa muda.

Di bawah kepengurusannya, Masjid Nurul Amal terus konsisten menjalankan berbagai program keagamaan yang fleksibel namun terstruktur. Program tersebut meliputi pengajian rutin ba'da Subuh, malam Ahad, ba'da Maghrib, hingga pembinaan khusus bagi anak-anak dan remaja yang dibimbing langsung oleh pengajar setempat.

Reporter :  M Aufa Ismatulloh, KPI/3CWhatsApp Image 2026-10-21 at 22.19.12.jpeg

Potret Hangat Pengajian Santri Cilik di Masjid Nurul Amal Bandung

Dakwahpos.com, Bandung-  Masjid Nurul Amal yang terletak di Pasir Biru, Kecamatan. Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat , menjadi saksi sebuah kegiatan pengajian anak-anak yang menggugah hati. Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih dari 17 santri yang antusias untuk mendalami ilmu agama.

Pengajian yang digelar pada hari Jumat, 16 Oktober 2026, mulai pukul 14.00 hingga 15.30 WIB ini menjadi salah satu momen berharga bagi masyarakat setempat terkhusus untuk anak-anak yang dapat meningkatkan keimanan dan keagamaan mereka. Pengajian anak-anak ini di pandu oleh Ustaz Karyadi yang dimana beliau adalah seorang tokoh terkemuka, Ustaz Karyadi yang dengan penuh khidmat menyampaikan pelajaran agama kepada anak-anak dengan penuh rasa kesabaran.

 Masjid Nurul Amal, sebagai pusat kegiatan keagamaan di wilayah ini, terus berupaya untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar. Pengajian ini adalah salah satu bentuk upaya mereka untuk meningkatkan pemahaman agama dan keimanan kepada anak-anak sekitar.

Kegiatan pengajian ini juga mendapat dukungan penuh dari warga sekitar. Semoga kegiatan serupa terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi kemajuan spiritual dan keagamaan masyarakat Desa Pasir Biru, dan sekitarnya.

Reporter :  M Aufa Ismatulloh, KPI/3CWhatsApp Image 2026-10-21 at 22.10.15.jpeg

Estafet Syiar Islam di Pasir Biru: Kisah di Balik Berdirinya Masjid Nurul Amal

Dakwahpos.com, Bandung — Masjid Nurul Amal yang terletak di Pasir Biru, Kecamatan. Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat menyimpan perjalanan sejarah panjang sejak dekade 1980-an. Bangunan yang kini menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat tersebut berawal dari sebuah surau sederhana di atas tanah wakaf, Jumat (25/09/2026).

Ketua DKM Nurul Amal, Ustaz Karyadi menceritakan bahwa pendirian rumah ibadah ini dirintis sekitar tahun 1984. Pembangunan masjid terwujud setelah seorang warga bernama Amas menginfaqkan tanahnya untuk memfasilitasi kebutuhan sholat masyarakat setempat.

"Awalnya masih mushola kecil. Karena warga sekitar juga belum banyak yang mampu secara ekonomi, proses pembangunan dan pengelolaannya pun masih banyak dibantu oleh warga dari luar RT," ujar Idas saat diwawancarai di Masjid Nurul Amal.

Perkembangan masjid memasuki babak baru pada pertengahan dekade 1990-an. Seiring meningkatnya jumlah jemaah, pengurus DKM bersama warga melakukan renovasi total pada tahun 1995. Perluasan bangunan berlanjut hingga lantai dua dan tiga pada tahun 2005 guna menampung kapasitas jemaah yang terus bertambah.

Selain menjadi sarana sholat lima waktu, Masjid Nurul Amal secara konsisten menjadi wadah pendidikan Al-Qur'an bagi anak-anak sejak tahun 1989. Pada masa-masa awal, kegiatan mengajar ngaji serta kepengurusan masjid banyak dibantu oleh mahasiswa yang bermukim di rumah-rumah kontrakan sekitar Manisi.

"Dulu mahasiswa sekitar sini ikut memakmurkan masjid, jadi imam, dan mengajar ngaji. Setelah mereka lulus, estafet pengajaran diteruskan oleh warga. Alhamdulillah, tradisi mengaji anak-anak dan pengajian warga bertahan sampai sekarang," tutur Idas.

Reporter :  M Aufa Ismatulloh, KPI/3CWhatsApp Image 2026-10-21 at 22.00.38.jpeg

Masjid

Masjid

Opini

Opini

Sosok

Sosok

Pendidikan

Pendidikan

Ekonomi

Ekonomi

Sastra

Sastra

Wisata

Wisata

Resensi

Resensi
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos