Headline
Memuat berita terbaru...
Memuat berita pilihan...

Masjid

Indeks →
Memuat Masjid...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Opini

Indeks →
Memuat Opini...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Sosok

Indeks →
Memuat Sosok...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Pendidikan

Indeks →
Memuat Pendidikan...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Sastra

Indeks →
Memuat Sastra...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Ekonomi

Indeks →
Memuat Ekonomi...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Wisata

Indeks →
Memuat Wisata...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Resensi

Indeks →
Memuat Resensi...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Info Lomba

Indeks →
Memuat Info Lomba...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Terkini

Indeks →
Memuat kiriman terkini...

Terkini

Memuat kiriman terkini...

Terkini Lanjutan

Memuat kiriman terkini...

Indeks Semua Kiriman Terkini Tanpa Label

Memuat indeks kiriman...

Pak Yaya Ajak Kaum Bapak Istiqamah Menuntut Ilmu Tanpa Batas


Dakwahpos.com, Bandung — Masjid Baitul Huda Cipadung menyelenggarakan pengajian khusus bapak-bapak pada Minggu (11/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wakil DKM Masjid Baitul Huda, Bapak Yaya, menekankan pentingnya menjaga konsistensi menuntut ilmu bagi kaum laki-laki di tengah kesibukan bekerja sehari-hari.

"Merujuk ke hadis, yang namanya menuntut ilmu itu tidak ada batas waktunya, kecuali kalau kita sudah masuk ke liang lahad. Oleh karena itu, pengurus DKM memfasilitasi pengajian ini dengan suasana yang lebih santai agar bapak-bapak bisa beristirahat di masjid sekaligus mendapatkan ilmu yang bermanfaat," ujar Bapak Yaya.

Ia menjelaskan bahwa materi kajian sengaja dibagi secara terstruktur setiap minggunya, mulai dari pembahasan fikih, ibadah, hingga kitab Nasoihul Ibad. Sebagian besar pemateri yang mengisi jadwal pengajian ini melibatkan mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pengajian rutin tersebut dilaksanakan setiap malam Minggu, dimulai selepas bada Magrib hingga menjelang waktu Isya.

Menurut Bapak Yaya, pengajian ini membawa perubahan positif yang sangat dirasakan oleh para jemaah, khususnya dalam meningkatkan pemahaman keagamaan mendasar. Jemaah yang awalnya kurang memahami tata cara wudu maupun tata cara salat yang benar, kini bisa mendapatkan wawasan dan perbaikan langsung melalui forum kajian ini.

Meski mengajak kaum bapak diakui lebih menantang karena tidak adanya ikatan komunitas yang khas seperti kelompok ibu-ibu, pihak DKM menyiasatinya melalui kolaborasi gerakan dakwah. Salah satunya adalah bekerja sama dengan jemaah tabligh yang bergerak dari rumah ke rumah di lingkungan sekitar untuk mengajak warga ikut memakmurkan masjid.

Di akhir wawancara, Bapak Yaya menyampaikan pesan dan harapannya agar seluruh warga di lingkungan sekitar masjid dapat tergerak untuk meramaikan kajian ini secara penuh.

"Harapan saya, khususnya untuk bapak-bapak di lingkungan masjid ini, semuanya bisa ikut minimal mempertahankan safnya. Kalau misalkan jemaah salat Magribnya ada tiga baris, maka yang ikut pengajian setelahnya juga tetap bertahan tiga baris hingga waktu Isya tiba," pungkas Wakil DKM yang juga aktif mengelola sekolah keagamaan anak-anak tersebut.

Reporter: Nur Qolbi, KPI/3D


Pak Yaya: Pentingnya Menjaga Kebersamaan dan Memakmurkan Masjid Melalui Yasinan


Dakwahpos.com, Bandung- Masjid Baitul Huda Cipadung menyelenggarakan kegiatan yasinan malam Jumat pada Kamis (29/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Wakil DKM Pak Yaya memimpin pembacaan surat Yasin bersama warga setempat sebagai upaya untuk mempererat tali silaturahmi serta mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

"Melalui pembacaan surat Yasin secara rutin setiap malam Jumat, kita tidak hanya mendoakan sesama, tetapi juga menguatkan rasa kebersamaan di lingkungan masyarakat," ujar Pak Yaya.

Ia menekankan bahwa tradisi keagamaan ini memiliki peran penting dalam membangun ukhuwah islamiyah. Masjid Baitul Huda diharapkan menjadi tempat yang selalu ramai dengan kegiatan ibadah dan pembinaan jemaah.

Pak Yaya menjelaskan bahwa kehadiran warga dari berbagai kalangan usia menunjukkan kepedulian bersama dalam merawat tradisi kebaikan. Menurutnya, konsistensi dalam menghadiri kegiatan keagamaan akan membawa ketenangan batin serta keberkahan bagi kehidupan bermasyarakat.

"Harapan saya, kegiatan yasinan ini dapat terus berjalan secara konsisten dan semakin diminati oleh generasi muda, agar Masjid Baitul Huda selalu makmur dengan aktivitas kebaikan," lanjut Pak Yaya.

Di akhir kegiatan, ia mengajak seluruh warga setempat untuk senantiasa menjaga kebersihan, ketertiban, serta kekompakan jemaah demi terciptanya lingkungan yang harmonis dan religius.

Reporter: Nur Qolbi, KPI/3D


Ustaz Gungun Gunawan Berikan Tiga Wasiat Nabi untuk Hidup Bahagia

Dakwahpos.com, Bandung - Dalam kajian ba’da subuh yang dilaksanakan di Masjid Ar-Rahman, Arcamanik (25/10/2026), Ustaz Gungun Gunawan memberikan materi perihal wasiat untuk hidup dari Nabi Muhammad Saw. kepada para jemaahnya.

Ia mengambil dari hadis ke-18 dari kitab Arba’in An-Nawawi yang berjudul ‘Taqwallahi Ta’ala wa Husnul Khuluq’, yang bersumber dari dua sahabat Nabi Muhammad Saw. yakni Abi Dzar Jundub bin Junadah dan Abi Abdurrahman Mu'adz bin Jabal radhiyallahu anhuma.

Ustaz Gungun Gunawan menjelaskan, bahwa dua sahabat ini diberikan wasiat oleh Nabi Muhammad Saw. Ia menjelaskan, bahwa Nabi Muhammad Saw. memerintahkan umatnya untuk selalu bertakwa di segala tempat dan keadaan. Menurutnya, sejatinya ada orang yang bertakwa itu pilih-pilih tempat hingga pilih-pilih waktu.

“Contoh, kita di masjid tidak mungkin gibah orang, kita sedang thalabul ilmi tidak mungkin bermaksiat, kita sedang salat berjemaah sedang mendengarkan orang bertausiyah tidak mungkin nipu orang. Jauh ya, Pak ya, tidak mungkin korupsi karena kita sedang takwa di masjid, karena sedang berada di rumah Allah”, ujarnya.

Ia pun menjelaskan, bahwasannya definisi takwa itu beragam. Ia menuturkan dalam Syarah Kitab Arba'in Nawawi dikatakan bahwa takwa menurut bahasa adalah ittikhadzul wiqoyah, menjadikan penjagaan, menjadikan benteng yang mampu menjaga kita, menahan kita dari sesuatu yang kita takuti, dari sesuatu yang tidak kita inginkan. Sedangkan secara istilahnya adalah melaksanakan segala sesuatu yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala sesuatu yang dicegah oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Ia menambahkan, sifat dari orang bertakwa yang dijamin masuk surga, adalah orang yang konsisten bersedekah baik disaat suasana lapang maupun sempit, memiliki kemampuan dalam menahan amarah, dan memaafkan segala bentuk kezaliman. Ia pun mencontohkan Nabi Muhammad Saw. ketika berdakwah di Mekkah, terutama ke daerah Thaif. Walaupun ia disakiti oleh kaum Thaif, Nabi Muhammad Saw. justru memilih mendoakan mereka agar mereka mendapatkan hidayah dari Allah Swt.

“Ketika dakwah di Thaif nabi berdakwah bukan malah pujian... malah dilempari dengan batu sampai-sampai berdarah. Malaikat meminta izin... untuk mencabut dua gunung ini akan aku timpakan kepada kaum tersebut. Nabi tidak mengiyakan... doa nabi: ‘Allahummahdii qaumii fa'innahum la ya'lamun’", tuturnya.

Ustaz Gungun Gunawan menjelaskan, wasiat kedua yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw. adalah iringi keburukan dengan kebaikan. Ia menyampaikan, bahwa jika berbuat dosa, maka segera tutupi dosa tersebut dengan perbuatan yang baik. Sehingga akan melebur perbuatan dosa tersebut.

“Jadi kalau kita berbuat dosa nih sekarang jemaah yang dimuliakan Allah, maka iringilah segera tutupi dosa tersebut dengan al-hasanata, berbuat kebaikan, maka perbuatan baik yang baru kita lakukan itu, tamhuha akan melebur, akan menghapus perbuatan dosa kita. Makanya kita berbuat maksiat astagfirullahal'adzim, ucapkan kata istigfar itu sudah melebur dosa kita. Apalagi kita berwudu, kita salat, kita menangis, ingat atas dosa kita, maka terhapuslah amal kejelekan kita oleh kebaikan yang tadi, tamhuha akan dileburkan ya, akan dihancurkan, akan dihapuskan jemaah yang dimuliakan Allah”. ujarnya.

Lalu yang ketiga atau terakhir, adalah berakhlak baik kepada manusia. Ia mengatakan, bahwa kita harus bergaul kepada seluruh manusia. Bukan hanya kepada orang muslim saja, dengan orang kafir pun, harus bisa bergaul dengan akhlak yang baik.

"’wa khaliqin nasa bikhuluqin hasanin’".Dan bergaullah, dan berakhlaklah engkau kepada seluruh manusia, an-nas di sana jamak, jadi bukan hanya kepada orang muslim saja, orang kafir pun kita harus bergaul dengan ah, dengan akhlak yang baik, bi khuluqin hasanin dengan akhlak yang baik”, ucapnya.

Reporter : Muhammad Habil Apri Gholi, KPI 3/D


Uploaded Image

Ustaz Rayi Ungkap Peran Santri dalam Pengelolaan Masjid Medina Insan Qur’ani


Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Medina Insan Qur'ani, Komplek Medina Mart, menghadirkan nuansa berbeda dalam pengelolaan sarana ibadah dan pembinaan umat. Seluruh aktivitas harian hingga pelayanan sosial di masjid ini digerakkan secara langsung oleh para santri yang sedang menempuh masa pengabdian.

Ustaz Rayi, selaku pengurus masjid, mengungkapkan bahwa sejak awal pembangunan, pengelolaan dan pemeliharaan masjid memang diserahkan kepada para santri. Mulai dari kebersihan, penyiapan jadwal imam, muazin, hingga penyelenggaraan berbagai program keagamaan, semuanya dijalankan oleh santri yang telah memasuki tahun ketiga masa pengabdian. 

"Sejak sebelum masjid ini dibangun, kepengurusannya memang langsung dari santri, jadi begitu masjid berdiri, kepengurusannya langsung oleh santri," ungkap Ustaz Rayi saat ditemui, Jumat (23/10/2026).

Berbagai program keagamaan yang berjalan di masjid ini mencakup kegiatan harian seperti Belajar Baca Al-Qur'an (BBQ) dan FK for Kidsuntuk anak-anak, program mingguan untuk ibu-ibu dan bapak-bapak, hingga agenda bulanan dan tahunan seperti pengkajian sirah nabawiyah, itikaf, dan penyaluran zakat serta kurban. Seluruh kegiatan tersebut melibatkan santri baik sebagai pengajar, pengisi khotbah, maupun petugas pelayanan masyarakat.

Melalui pola pengelolaan berbasis santri ini, pihak pengurus berharap Masjid Medina Insan Qur'ani dapat terus istikamah menjadi tempat ibadah yang nyaman, memberikan banyak manfaat, serta menjadi sarana bagi santri untuk melatih diri berkhidmat kepada masyarakat.

Reporter: Rizwan Fadillah KPI/3D

Kenalkan Ibadah Haji Sejak Dini, MDTA se-Kecamatan Cileunyi Gelar Manasik Haji Gabungan


Dakwahpos.com, Bandung - Santri dari Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) se-Kecamatan Cileunyi mengikuti kegiatan manasik haji gabungan yang digelar pada Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini diikuti perwakilan dari berbagai MDTA di Kecamatan Cileunyi, termasuk MDTA Baitul Muttaqien yang mengirimkan tujuh peserta.

Manasik haji gabungan ini menjadi wadah bagi para santri untuk belajar dan mempraktikkan tata cara ibadah haji sejak dini. Para peserta diperkenalkan pada rangkaian ibadah haji, mulai dari ihram dan thawaf hingga sai dan wukuf, melalui praktik langsung.

“Kegiatan ini penting supaya anak-anak tidak hanya tahu teorinya, tapi juga paham dan pernah mempraktikkan langsung bagaimana tata cara ibadah haji. Kalau sudah dikenalkan dari kecil, nanti saat dewasa mereka lebih siap,” ujar Ustadz Syahru Ramadhan, pengurus DKM Baitul Muttaqien. Ia menyebut kegiatan ini diikuti MDTA dari berbagai wilayah di Kecamatan Cileunyi.

Dari MDTA Baitul Muttaqien, tujuh santri turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan praktik yang dipandu para pembimbing.

“Alhamdulillah, tujuh santri kami bisa ikut dalam kegiatan ini. Mereka semangat sekali dan banyak bertanya. Harapan kami, pengalaman ini bisa menumbuhkan kecintaan mereka terhadap ibadah haji dan semangat belajar agama,” ujar Ustadz Syahru Ramadhan. Ia berharap kegiatan ini bisa terus berlangsung setiap tahun.

Kegiatan manasik haji gabungan ini diharapkan dapat digelar kembali, sehingga makin banyak santri di Kecamatan Cileunyi yang memahami tata cara ibadah haji dengan benar.

Reporter: Zain Marsa Ashilah KPI 3A

 


Masjid Medina Insan Qur’ani Hadirkan Program Keagamaan dan Sosial untuk Makmurkan Umat


Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Medina Insan Qur'ani, Komplek Medina Mart, terus berkomitmen menjadi pusat pembinaan umat melalui berbagai kegiatan ibadah dan sosial yang konsisten dihadirkan setiap hari hingga tahunan, Jumat (23/10/2026).

Ustaz Rayi menjelaskan bahwa masjid ini memiliki beragam program unggulan yang terbuka untuk umum. Aktivitas harian diisi dengan kegiatan Belajar Baca Al-Qur'an (BBQ) dan FK for Kids yang terbagi untuk anak laki-laki dan perempuan setiap Senin hingga Jumat.  Selain itu, terdapat kegiatan mingguan seperti BBQ ibu-ibu setiap hari Sabtu sore dan BBQ bapak-bapak setiap hari Ahad.

"Kegiatan harian alhamdulillah ada, dari Senin sampai Ahad itu ada semua," ujar Ustaz Rayi saat ditemui.

Tidak hanya kegiatan rutin mingguan, Masjid Medina Insan Qur'ani juga menyelenggarakan agenda bulanan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar, seperti "Baso Urat" (Pengkajian Kolosal Sirah Nabawiyah) yang rutin digelar setiap pekan kedua, serta pengajian akbar malam mabit pada pekan keempat. 

Sementara itu, untuk program tahunan, masjid ini aktif menyelenggarakan peringatan hari besar Islam seperti Iduladha dengan pembagian daging kurban, serta itikaf dan sahur bersama pada 10 hari terakhir bulan Ramadan dengan bacaan satu juz Al-Qur'an per malam oleh para santri.

Melalui berbagai program dan fasilitas pelayanan umat seperti ambulans gratis hasil kerja sama dengan swalayan setempat, pengurus berharap Masjid Medina Insan Qur'ani dapat terus istikamah menjadi solusi, sarana silaturahmi, serta perekat kebersamaan warga dan jemaah.

Reporter: Rizwan Fadillah KPI/3D

Ustaz Faturrahman Ajak Jemaah Jadikan Dunia sebagai Ladang Amal Menuju Akhirat


Dakwahpos.com, Bandung – Pelaksanaan ibadah salat Jumat di Masjid Medina Insan Qur’ani diisi dengan khutbah mengenai pentingnya menjadikan dunia sebagai ladang amal untuk mencari bekal menuju akhirat, Jumat (30/10/2026).

Dalam khutbahnya, Ustaz Faturrahman mengingatkan para jemaah agar tidak terlena oleh kesibukan duniawi yang sifatnya sementara. Beliau menyampaikan bahwa manusia sering kali disibukkan dengan urusan mencari harta, membangun rumah, dan mengejar cita-cita dunia,hingga lupa mempersiapkan kehidupan akhirat yang kekal.

“Jangan sampai kita sibuk bekerja tetapi melalaikan salat, jangan sampai kita mampu memenuhi kebutuhan materi keluarga kita, tetapi melupakan pendidikan agama mereka,” ujar Ustaz Faturrahman di hadapan para jemaah.

Lebih lanjut, khatib berpesan agar jemaah senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt., memperbanyak amal saleh, menjaga salat lima waktu, serta segera bertobat dan berbagi kepada sesama sebelum ajal menjemput. Dunia ditegaskan bukanlah tempat tinggal abadi, melainkan tempat persinggahan untuk mengumpulkan bekal terbaik berupa takwa.

Rangkaian ibadah salat Jumat tersebut ditutup dengan doa bersama agar seluruh jemaah senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah Swt. untuk taat beribadah dan meraih husnul khatimah.

Reporter : Rizwan Fadillah, KPI 3D

Masjid

Masjid

Opini

Opini

Sosok

Sosok

Pendidikan

Pendidikan

Ekonomi

Ekonomi

Sastra

Sastra

Wisata

Wisata

Resensi

Resensi
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos