Dakwahpos.com – Bandung. Pengajian
anak-anak di Masjid Al-Barokah, Pasir Biru, kekurangan tenaga pengajar, Kamis (05/11/2026). Kegiatan
belajar mengaji di masjid hanya
memiliki dua pengajar, yaitu Ustaz Asep Anwarullah dan Ustaz Ujang.
Keterbatasan pengajar
terasa ketika Ustaz Ujang
berhalangan karena sakit, sehingga Ustaz
Asep harus mengajar seluruh murid seorang diri. Ustaz Asep melibatkan murid yang sudah tahap Al-Quran ketika
mengajar sendiri, ia
mendahulukan murid yang masih tahap
Iqra, lalu dilanjutkan dengan murid yang sudah Al-Quran.
“Makanya kalau yang
ngajarnya Bapak sendiri. Nah, yang kecil-kecil itu dibantu ngajarin sama yang
gede-gede yang sudah tua,” Ujar
Ustaz Asep Anwarullah
Murid sudah tahap
Al-Qur’an diminta membantu mengajar murid yang masih Iqra, agar waktu belajar tetap terkejar. Saat kedua
pengajar hadir, kelas dibagi, Ustaz Ujang
mengajar murid Iqra, sedangkan Ustaz
Asep mengajar murid yang lebih besar.
“Di samping supaya
waktunya terkejar ya. Supaya ada waktu yang buat anak kecil dan juga mau mendidik ke anak yang gede
bagaimana cara ngajarin adik-adiknya gitu,” Ucap Ustazz Asep Anwarullah.
Ustaz
Asep menerangkan bahwa pengajian di masjid itu diikuti sekitar 50 murid,
dengan jumlah kehadiran rutin sekitar 30 sampai 40 anak. Materi yang diajarkan
tidak hanya membaca Al-Qur’an dengan metode Iqra 1 sampai 6, tetapi juga fikih,
tauhid, dan hafalan juz 30.
“Sekarang memang tidak ada guru lain selain kami berdua, dan itu menjadi
kendala,” kata Ustaz Asep Anwarullah.
Dengan jumlah murid dan materi tersebut, Ustaz Asep Anwarullah sebagai DKM Al-Barokah tetap berharap kegiatan
belajar dapat berjalan dan murid tetap
mendapat bimbingan dengan baik.
Reporter: Pahmi Padila Emi,
KPI/3B






