Dakwahpos.com, Bandung — Masjid Baitul Huda Cipadung menyelenggarakan pengajian khusus bapak-bapak pada Minggu (11/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wakil DKM Masjid Baitul Huda, Bapak Yaya, menekankan pentingnya menjaga konsistensi menuntut ilmu bagi kaum laki-laki di tengah kesibukan bekerja sehari-hari.
"Merujuk ke hadis, yang namanya menuntut ilmu itu tidak ada batas waktunya, kecuali kalau kita sudah masuk ke liang lahad. Oleh karena itu, pengurus DKM memfasilitasi pengajian ini dengan suasana yang lebih santai agar bapak-bapak bisa beristirahat di masjid sekaligus mendapatkan ilmu yang bermanfaat," ujar Bapak Yaya.
Ia menjelaskan bahwa materi kajian sengaja dibagi secara terstruktur setiap minggunya, mulai dari pembahasan fikih, ibadah, hingga kitab Nasoihul Ibad. Sebagian besar pemateri yang mengisi jadwal pengajian ini melibatkan mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pengajian rutin tersebut dilaksanakan setiap malam Minggu, dimulai selepas bada Magrib hingga menjelang waktu Isya.
Menurut Bapak Yaya, pengajian ini membawa perubahan positif yang sangat dirasakan oleh para jemaah, khususnya dalam meningkatkan pemahaman keagamaan mendasar. Jemaah yang awalnya kurang memahami tata cara wudu maupun tata cara salat yang benar, kini bisa mendapatkan wawasan dan perbaikan langsung melalui forum kajian ini.
Meski mengajak kaum bapak diakui lebih menantang karena tidak adanya ikatan komunitas yang khas seperti kelompok ibu-ibu, pihak DKM menyiasatinya melalui kolaborasi gerakan dakwah. Salah satunya adalah bekerja sama dengan jemaah tabligh yang bergerak dari rumah ke rumah di lingkungan sekitar untuk mengajak warga ikut memakmurkan masjid.
Di akhir wawancara, Bapak Yaya menyampaikan pesan dan harapannya agar seluruh warga di lingkungan sekitar masjid dapat tergerak untuk meramaikan kajian ini secara penuh.
"Harapan saya, khususnya untuk bapak-bapak di lingkungan masjid ini, semuanya bisa ikut minimal mempertahankan safnya. Kalau misalkan jemaah salat Magribnya ada tiga baris, maka yang ikut pengajian setelahnya juga tetap bertahan tiga baris hingga waktu Isya tiba," pungkas Wakil DKM yang juga aktif mengelola sekolah keagamaan anak-anak tersebut.
Reporter: Nur Qolbi, KPI/3D






