DKM Masjid Al-Huda Ngamprah Sediakan Hidangan Jumat Berkah untuk Jemaah
Pengajian Anak Masjid Al-Ijtihad Cipadung Wetan Tanamkan Cinta Al-Qur’an dan Akhlak Mulia
Masjid Miftahusaadah Pasir Biru Aktif Gelar Tiga Kegiatan Rutin
Ustaz Fahmi Hasan Nugroho Ajak Jemaah Al-Wafa Pahami Usul Fikih sebagai Cara Berpikir
Ustaz Edy Rochendi Ajak Jamaah Pegang Teguh Al-Qur'an dan Sunnah
Dakwahpos.com, Bandung – Jemaah bapak-bapak dan ibu-ibu Masjid Al-Istiqomah Cinunuk mengikuti pengajian iktikaf bakda magrib yang diisi oleh Ustaz Drs. H. Edy Rochendi di Masjid Al-Istiqomah, Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jumat (18/09/2026). Pengajian ini digelar untuk mengingatkan jemaah agar senantiasa berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidup agar tidak tersesat di dunia maupun akhirat.
Dalam pemaparannya, Ustaz Drs. H. Edy Rochendi menjelaskan pesan Rasulullah saw. mengenai dua perkara peninggalan baginda yang wajib dijadikan pedoman hidup. Ia menekankan pentingnya peran Al-Qur'an sebagai petunjuk dan penawar (syifa), serta As-Sunnah sebagai penjelas hukum-hukum Al-Qur'an yang masih bersifat umum.
"Aku tinggalkan dua perkara yang apabila kalian berpegang teguh kepadanya, maka tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu Al-Qur'an dan As-Sunnah," tegas Ustaz Edy Rochendi saat mengutip hadis Rasulullah saw. di hadapan para jemaah.
Selanjutnya, ia menguraikan empat golongan manusia yang dirindukan oleh surga, di mana golongan pertama adalah tali al-qur'an atau orang yang tidak sekadar membaca Al-Qur'an, tetapi juga menelaah, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan, memberi makan orang yang membutuhkan, serta menunaikan ibadah puasa Ramadan.
"Tadi Al-Qur'an eta sanes mung sekadar membaca, tapi komplit sareng menelaah, memahami, tur mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari sesuai kemampuan kita," tuturnya.
Sebagai penutup ceramah, Ustaz Edy Rochendi mengajak seluruh jemaah untuk memperbanyak silaturahmi, menyebarkan kedamaian, serta menghidupkan malam dengan salat tahajud (qiamul lail). Ia mengingatkan bahwa segala amal ibadah yang dilakukan merupakan ikhtiar untuk meraih rahmat Allah Swt. agar selamat menuju surga-Nya.
Reporter: Ika Syaufika, KPI/3D
Ustadzah Lalah : Bimbing Anak - Anak DTA Melantunkan Hafalan Juz Amma di Masjid Jami Takmiliyah Al- Muslim Cikalang
Dakwahpos.com,Bandung– Ustadzah Lalah membimbing anak-anak DTA (Diniyah Takmiliyah Awaliyah) dalam melantunkan hafalan Juz 'Amma di Masjid Jami Takmiliyah Al-Muslim Cikalang pada Kamis (17/09/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata untuk membiasakan anak-anak menghafal surat-surat pendek Al-Qur’an sekaligus mengamalkannya dalam kehidupan seharihari sejak usia dini.
Dalam pelaksanaannya, Ustadzah Lalah mendampingi proses murajaah atau pengulangan hafalan secara bersama-sama dari awal hingga akhir. Suasana belajar dikemas secara sederhana agar santri kelas 1 yang mengikuti pengajian rutin setiap hari pukul 13.00 hingga 14.30 WIB dapat mengikuti bacaan secara perlahan sesuai dengan kecepatan dan kemampuan masing-masing.
Guna membentuk karakter santri, Ustadzah Lalah menekankan bahwa hafalan AlQur'an harus berjalan seiring dengan penanaman akhlakul karimah. “Biar tahu dari kecil. Kalau dibiasakan dari usia dini sudah menghafal, nantinya akan lebih mudah untuk melanjutkan hafalan ke depannya,” tuturnya. Ia juga mengingatkan agar anak-anak senantiasa menunjukkan sikap ramah, sopan, serta menghargai guru, orang tua, teman, maupun tamu yang datang.
Selain aspek sopan santun, ia menjelaskan bahwa keberhasilan hafalan anak sangat bergantung pada metode pengulangan (review) secara konsisten. Surat yang telah dihafal tidak langsung ditinggalkan begitu saja saat berpindah ke surat baru, melainkan terus dibaca bersama setiap hari agar santri yang memiliki kemampuan belajar lebih lambat dapat ikut terbantu dan hafal dengan sendirinya melalui proses mendengarkan.
Mengenai pentingnya sinergi antara madrasah dan lingkungan keluarga, Ustadzah Lalah menegaskan peran kunci orang tua dalam mendampingi pembiasaan ibadah anak. “Kalau menghafal Juz ’Amma itu dibiasakan harusnya dari kecil, dari rumah berangkatnya. Di madrasah kan yang keburu hanya salat Asar berjamaah, sisa waktu salat lainnya anak-anak di rumah. Kami ingin anak-anak juga dekat dengan Qur’an, agar terbiasa salat tidak hanya di sini tetapi juga di rumah,” ujarnya.
“Anak-anak diharapkan bisa membaca dan hafal Al-Qur'an minimal 1 juz (Juz 30) pada akhir jenjang kelas 6. Kalau dimulai baru dari kelas 6 kan akan keteteran karena bahannya banyak. Kecepatan belajar anak juga beda-beda; ada yang sehari bisa hafal 1 ayat, tapi ada juga yang butuh waktu 1 minggu untuk 1 ayat
Harapannya anak-anak bisa melaksanakan salat wajib dengan baik di mana pun berada, bisa membaca Al-Qur'an, serta menjadi hafiz-hafizah yang hafal Al-Qur'an minimal 1 juz untuk tingkat dasar SD. Mudah-mudahan setelah lulus dari sini anak-anak bisa melanjutkan ke pondok pesantren dan lebih meningkatkan ilmunya,” pungkasnya.
Reporter : Siti Zenab KPI/3D
Khatib Jumat Ajak Jemaah Maknai Jihad dengan Tebar Kebaikan
Ajakan itu disampaikan dalam khutbah Jumat di Masjid Al-Araaf, Jalan Edelweis V, Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat (25/09/2026).
Jemaah memadati masjid dan mengikuti khutbah dengan khusyuk. Khutbah bertema "Tiga Amalan yang Dicintai Allah" itu menempatkan jihad sebagai amalan ketiga, setelah salat di awal waktu dan berbakti kepada kedua orang tua.
"Berjihad di jalan Allah berarti bersungguh-sungguh berjuang menegakkan kalimat Allah, menegakkan keadilan, dan menegakkan kebenaran," ujar Ustaz Yudi Hidayat, Jumat (25/09/2026).
Beliau menjelaskan, semua hal yang bertujuan menegakkan kebenaran dan meninggikan agama Allah Swt. terhitung dalam jihad di jalan Allah.
"Sementara kita yang berada di negeri yang aman, maka bentuk jihad kita adalah menebarkan kebaikan, menuntut ilmu," ungkap Ustaz Yudi Hidayat.
Beliau menambahkan, bentuk jihad itu mencakup mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Ustaz Yudi Hidayat juga mengutip hadis Nabi Muhammad saw. bahwa orang yang keluar menuntut ilmu berada di jalan Allah hingga ia kembali dari menuntut ilmu tersebut.
Karena itu, beliau mengajak jemaah bersungguh-sungguh dan berupaya sekuat tenaga meninggikan kalimat Allah Swt. agar tergolong mujahid, yakni orang yang berjihad di jalan Allah.
Reporter: Asep Aprezal, KPI/3D






