Headline
Memuat berita terbaru...
Memuat berita pilihan...

Masjid

Indeks →
Memuat Masjid...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Opini

Indeks →
Memuat Opini...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Sosok

Indeks →
Memuat Sosok...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Pendidikan

Indeks →
Memuat Pendidikan...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Sastra

Indeks →
Memuat Sastra...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Ekonomi

Indeks →
Memuat Ekonomi...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Wisata

Indeks →
Memuat Wisata...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Resensi

Indeks →
Memuat Resensi...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Info Lomba

Indeks →
Memuat Info Lomba...

Unggulan

Memuat unggulan...

Terbaru

Memuat terbaru...

Terkini

Indeks →
Memuat kiriman terkini...

Terkini

Memuat kiriman terkini...

Terkini Lanjutan

Memuat kiriman terkini...

Indeks Semua Kiriman Terkini Tanpa Label

Memuat indeks kiriman...

Jaga Kegiatan Islami, Jamaah Masjid Al-Ikhlas Lakukan Yasinan Malam Jumat

Uploaded Image

Dakwahpos, Bandung — Suasana khusuk Masjid Al-Ikhlas saat para warga berkumpul untuk melaksanakan Yasinan rutin setelah shalat Isya berjamaah pada Kamis malam (01/10/2026). Kegiatan pengajian yang dilakukan setiap malam Jumat ini menjadi kegiatan konsisten bagi masyarakat sekitar untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Setelah shalat Isya sudah selesai, ruang utama masjid ditempati oleh berbagai jamaah mulai dari bapak-bapak hingga remaja. Rangkaian pengajian Yasinan dan doa bersama tersebut berjalan dengan khusuk di bawah bimbingan DKM Al-Ikhlas tersebut.
"Seperti yang saya bilang minggu kemarin, kegiatan yasinan malam Jumat ini sudah menjadi kegiatan rutin di Masjid Al-Ikhlas ini, dan kami berkomitmen untuk terus konsisten melakukan pengajian." kata Ketua DKM Al-Ikhlas.
Ia juga menambahkan bahwa selain sebagai bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt, kegiatan pengajian ini dimanfaatkan untuk saling bertukar kabar, berdiskusi, serta memperkuat rasa kepedulian sosial di antara jamaah.
"Kami berharap melalui pengajian rutin ini, kebersamaan warga semakin solid dan para anak muda makin tergerak untuk aktif memakmurkan masjid," ujarnya menambahi.
Pengajian malam itu kemudian diakhiri dengan sesi mengobrol santai sambil menikmati makanan ringan yang disiapkan secara sukarela oleh para jamaah. Kehangatan yang terjalin dalam kegiatan sederhana ini diharapkan terus terjaga dan menjadi contoh positif bagi lingkungan sekitarnya.
Reporter: Fawwaz Dhaifan Saori, KPI/3D

Kunci Sukses Masjid Ar-Rohman Pasir Biru Jaga Eksistensi Masjid Melalui Tokoh

WhatsApp Image 2026-10-11 at 19.31.41.jpeg
Dakwahpos.com, Bandung- Kepada bidang DKM Ar-Rohman Pasir Biru mengungkapkan salah satu kunci kesuksesan Ar-Rohman Pasir Biru menjaga eksistensi, Ia mengatakan, itu merupakan baiknya sinergi yang dilakukan masjid terhadap semua elemen umat didalam pembinaan.

"Pembinaan dilakukan dua sisi secara formal kegiatan belajar mengajar pada anak diniyyah dan Smp, kegiatan tahfidz dan tahsin jadi kita bersinergi." Kata pak Ridwan usai penganugrahan percontohan, jumat (09/10/2026).

Ia menerangkan, tim pembinaan melibatkan unsur tokoh anak didiknya, sehingga memiliki kekuatan lokal menjaga eksistensinya, Selan itu anak diniyyah pernah menjuarai perlombaan juara 1 dan 3 se kabupaten.
Namun, ia berpendapat masjid Ar-Rohman Pasir Biru dimanisi ini memang mempunyai keunikan sendiri, dari temoatnya yang berada di pertengahan warga, Hal ini banyak membuat hapir tidak pernah ada masalah dalan bersoialsasi, disebabkan rasa toleransi kedua pihak sudah sangat tinggi dan terjaga sampai hari ini." Ujar Ustaz Mohamad Munir

Selain itu juga, Masjid Ar-Rohman Pasir Biru turut di untungkan dengan kehadirab  mahasiswa yang turut ikut membantu dalam belajar mengajar di masjid Ar-Rohman Pasir Biru, jadi proses belajar mengajar semakin terkontrol.

Reporter : Mahesa Almaliki Hidayat KPI/3C

Ustaz Akhyar: Nasihat di Depan Umum Bisa Jadi Celaan


Dakwahpos.com, Bandung- Adab dalam menyampaikan nasihat menjadi sorotan dalam kajian Hadis  di Masjid Al-Hikmah Permata Biru, Minggu (4/10/2026). Ustaz Akhyar mengingatkan, nasihat yang disampaikan di tengah khalayak justru berisiko menjadi celaan.

Ia menjelaskan, saling menasihati adalah hubungan dua arah, bukan satu pihak yang aktif dan pihak lain yang pasif. Setiap orang bisa menjadi pemberi sekaligus penerima nasihat.
“Ustaz menasihati jemaahnya, jemaah juga sekali-kali mengingatkan ustaz, dan itu tidak dianggap sesuatu yang merendahkan,” ujar Ustaz Akhyar.

Meski begitu, menurutnya, menasihati tetap membutuhkan etika dan tata krama. Ia mengutip pesan Imam Syafi’i yang meminta agar dirinya dinasihati saat sedang sendirian, bukan di hadapan banyak orang. Menurut Imam Syafi’i, kata Ustaz Akhyar, nasihat yang disampaikan di tengah khalayak tidak lagi disebut nasihat, melainkan taubikh. Artinya, sama saja dengan mencela, merendahkan, dan menjatuhkan nama baik.

Ia menambahkan, kewajiban saling menasihati berlaku bagi siapa pun, mulai dari pemimpin hingga masyarakat umum. Dalam keluarga, nasihat mengalir dari suami kepada istri, istri kepada suami, orang tua kepada anak, dan anak kepada orang tua. Penerima nasihat pun, lanjutnya, perlu berlapang dada. Orang yang hatinya lembut akan berterima kasih ketika diingatkan, sedangkan orang yang hatinya keras cenderung marah.

“Mudah-mudahan itu tidak terjadi pada diri kita,” imbuhnya.

Reporter: M. Alif Ramdhan Sohibul Fahmi, KPI/3D
Uploaded Image

Program Kerja dan Kegiatan Utama Wakil DKM Masjid Al Muhajirin bapak Eko Purnama

Peringatan Hari Besar Islam (PHBI): Mengagendakan berbagai acara besar secara rutin setiap tahunnya.  
Pengumpulan Zakat Fitrah: Mengelola dan menyalurkan zakat fitrah kepada yang berhak, tepat sasaran, serta bermanfaat bagi seluruh asnaf.  
Penyembelihan Hewan Kurban: Mengadakan kurban secara rutin setiap tahun dengan mengumpulkan para mudohi (pekurban) di Masjid Al-Muhajirin.  
Pengelolaan Dana Infak, Sedekah, dan Fasilitas
Perbaikan Fasilitas: Berfokus pada peningkatan kenyamanan masjid, seperti kebersihan, tempat wudu, area parkir kendaraan, dan lain-lain.  
Transparansi Keuangan: Laporan keuangan (pendapatan dan pengeluaran) disampaikan kepada jemaah secara rutin setiap hari Jumat—baik secara lisan sebelum khotbah maupun digital melalui grup warga/jemaah—serta dapat diakses melalui tautan khusus.  
Tantangan Pengurus dan Remaja Masjid (IRMA)
Keterbatasan Waktu Anggota DKM: Pengurus DKM memiliki kesibukan pribadi masing-masing karena sifat kegiatan sosial yang bersifat sukarela (volunteering).  
Keterlibatan Remaja Masjid: Tantangan terbesar adalah mendorong regenerasi dan inisiatif proaktif dari Ikatan Remaja Masjid (IRMA) agar lebih mandiri dalam mengelola dan mengusulkan kegiatan tanpa harus selalu menunggu instruksi atau dorongan dari pengurus DKM.

Lampiran:

Uploaded Image

Pengajian Bulanan Masjid Al-Barokah: Ustaz Amin Kupas Tuntas Tema "Ketika Allah Murka"

Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Al-Barokah adakan  Pengajian bulanan yang sangat dinanti di Masjid Al-Barokah berlangsung pada hari Sabtu tanggal 03 Oktober 2026. Acara ini dihadiri oleh jama'ah yang datang untuk mendengarkan kuliah agama yang disampaikan oleh Ustaz Amin, dengan tema yang mendalam, "Ketika Allah Murka."


Pengajian bulanan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep "Ketika Allah Murka" dalam Islam. Ustaz Amin, seorang ulama yang sangat dihormati, membahas tema ini berdasarkan ayat-ayat Al-Quran dan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Beliau juga memberikan contoh-contoh dari kehidupan sehari-hari tentang perilaku yang dapat memicu kemurkaan Allah, 

dikutip dari perkataan beliau "bencana-bencana seperti banjir, badai, puting beliung dan sebagainya itu tidak akan pernah terjadi kecuali karena dosa-dosa dan maksiat yang dilakukan" Ustaz Amin (03/10/2026)

beliau juga berkata bahwa "Wabah LGBT menjadi salah satu penyebab dari kemurkaan Allah, apalagi di era aplikasi ini seperti tiktok sudah sangat permisif tentang konten LGBT" Ustaz Amin (03/10/2026)

Pesan yang disampaikan dalam pengajian ini adalah pentingnya ketaatan kepada Allah dan taqwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Umat Islam diingatkan bahwa menjauhi dosa dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah adalah kunci untuk mendapatkan keridhaan-Nya,



Mengutip dari perkataanUstaz Amin "Kita sebagai orang beriman dan orang tua harus menjaga anak muda untuk terus aktif dalam kegiatan seputar keislaman karena hal itu menjadi penyelamat bagi kita dan keturunan kita nanti"


Sebelum penutupan pengajian, jama'ah dari komplek Sanggar Hurip diajak untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi dan tanya jawab tentang tema yang dibahas. Ini memberikan kesempatan kepada mereka untuk lebih memahami dan menerapkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

Pengajian bulanan di Masjid Al-Barokah, 03 Oktober 2026 , dengan tema "Ketika Allah Murka" oleh Ustaz Amin, telah memberikan wawasan mendalam kepada jama'ah. Semoga pesan dan pengajarana dari pengajian ini menginspirasi mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan berpenuh taqwa, menjauhi perbuatan yang dapat memicu kemurkaan Allah SWT, dan mendapatkan keridhaan-Nya.

Reporter : Shibyan Dwi Falah KPI/3A

Uploaded Image

Waktu Salat Mepet, Ustaz Bahas Boleh Tidaknya Melanjutkan Qobliyah Subuh saat Kajian Fikih Mingguan

Masjid Al-Ikhlas menggelar kajian fikih mingguan yang membahas hukum salat sunah qobliyah subuh saat waktu salat fardu sudah mepet atau iqomah telah dikumandangkan. Ustaz menegaskan bahwa salat fardu berjamaah tetap harus didahulukan.

Ia menjelaskan, jika seseorang terlanjur menjalankan salat sunah, ia boleh mempercepatnya dengan hanya menunaikan rukun dan kewajiban saja. Namun, apabila dikhawatirkan akan tertinggal salat fardu berjamaah, salat sunah yang sedang dilakukan tersebut dianjurkan untuk dibatalkan saja.

“jika dikhawatirkan kehilangan salat fardu berjamaah, sebagian ulama menganjurkan membatalkan atau memutuskan salat sunah tersebut” ujarnya.

Ustaz juga menyampaikan bahwa para ulama memiliki perbedaan pendapat soal qobliyah subuh saat waktu mepet. Ia menekankan imam perlu bijak dalam mengambil keputusan dan tidak boleh langsung menganggap pendapatnya itu paling benar.

Terkait kesiangan, ada jamaah kajian yang menyampaikan bahwa salat subuh itu disebut kesiangan apabila waktunya itu sudah mendekati syuruk. Bagi orang yang terbiasa qobliyah subuh namun terlambat karena ada hal di luar kehendaknya, ada pendapat ulama yang membolehkan salat qabliyah tersebut diqada setelah salat subuh.

“karena terbiasa qabliyah, manakala kita kesiangan maka boleh salat qadanya setelah salat subuh” ujar jamaah tersebut.

Kajian ini ditutup dengan ajakan jamaah mempelajari surah Ali Imran ayat 128-129 sebagai bahan pembahasan untuk kajian selanjutnya.

Reporter: Raka Dean Zakiansyah 3/D
Uploaded Image

Suasana Teduh Masjid dan Madrasah Nurul Ilmi Cibiru Wetan Jelang Salat Jumat

Dakwahpos.com, Bandung - Suasana teduh terasa di Masjid dan Madrasah Nurul Ilmi, Cibiru Wetan, menjelang salat Jumat. Sejumlah anak madrasah dan warga duduk santai di tangga teras masjid, sembari menanti masuknya waktu salat Jumat, sementara deretan sandal jemaah tertata di tepi selasar masjid, Pemandangan tersebut menjadi potret menarik tentang semangat beribadah dan pendidikan keagamaan sejak usia dini, Jumat (09/10/2026).

Salah seorang pemuda masjid setempat, Abdul Aziz, mengaku senang melihat suasana salat Jumat yang ramai, terlebih dengan banyaknya anak-anak yang turut hadir. Menurutnya, hal itu menandakan anak-anak mulai terbiasa datang ke masjid sejak dini.

“Sebagai pemuda masjid, saya justru senang melihat hal seperti ini, karena artinya anak-anak mulai terbiasa datang ke masjid sejak kecil,” ujar Abdul Aziz, pemuda Cibiru Wetan yang rutin salat Jumat di masjid tersebut.

Ia mengakui masih ada anak-anak yang bercanda atau mengobrol ketika khatib menyampaikan khotbah. Namun, ia menilai hal itu wajar karena mereka masih dalam proses belajar.

“Tinggal bagaimana kita sebagai orang yang lebih dewasa bisa mengarahkan dan memberi contoh yang baik kepada mereka,” tuturnya.

Menurut Abdul Aziz, kehadiran anak-anak bukan sesuatu yang perlu dipermasalahkan, melainkan kabar baik bagi masa depan masjid. Syaratnya, tetap ada bimbingan agar pelaksanaan salat Jumat berlangsung tertib dan khusyuk.

Reporter: Alpiyan Pasha, KPI/3D



Masjid

Masjid

Opini

Opini

Sosok

Sosok

Pendidikan

Pendidikan

Ekonomi

Ekonomi

Sastra

Sastra

Wisata

Wisata

Resensi

Resensi
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos