Dakwahpost. Com, Bandung - Masjid Ar-Rahmat terus berupaya menjadi pusat ibadah dan kegiatan sosial bagi masyarakat di lingkungan perumahan. Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dalam wawancara mengenai tokoh penting, kegiatan sosial, serta harapan pengurus terhadap masjid. Wawancara ini membahas peran berbagai pihak dalam pengelolaan Masjid Ar-Rahmat, termasuk kontribusi pengembang, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan sivitas akademika.
Dalam wawancara, narasumber menjelaskan bahwa pengelolaan Masjid Ar-Rahmah melibatkan berbagai kalangan masyarakat. Ia menyampaikan, "Tokoh" atau figur penting sebetulnya cukup banyak. Di antaranya adalah tokoh masyarakat, tokoh agama, serta saya sendiri sebagai wakil DKM.” Secara tidak langsung, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan dan pengelolaan masjid didukung oleh kerja sama berbagai pihak, bukan hanya pengurus DKM.
Selain pengelolaan, kegiatan keagamaan di Masjid Ar-Rahmat juga didukung oleh para ustaz dan ustazah yang mengisi kegiatan rutin. Narasumber menjelaskan bahwa para penceramah bertugas mengisi kegiatan tarawih, salat Jumat, dan pengajian. Ia juga mengungkapkan, “Salah satu tugas saya adalah mencari ustaz maupun ustazah untuk mengisi kegiatan-kegiatan rutin di masjid ini.” Hal tersebut menunjukkan adanya upaya pengurus untuk menjaga keberlangsungan kegiatan keagamaan bagi jemaah.
Dalam sejarah pembangunannya, pihak pengembang memiliki kontribusi penting dalam merealisasikan pembangunan masjid. Narasumber menjelaskan bahwa keberadaan masjid sebelumnya telah tercantum dalam site plan perumahan, tetapi ketika warga mulai menempati kawasan tersebut, masjid belum dibangun. Ia menuturkan, “Keberadaan masjid merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi warga.” Secara tidak langsung, pernyataan itu menegaskan bahwa masjid di dalam kompleks perumahan dibutuhkan untuk memudahkan warga menjalankan ibadah, terutama warga lanjut usia yang kesulitan jika harus pergi ke masjid di luar kompleks.
Tidak hanya berfokus pada kegiatan ibadah, Masjid Ar-Rahmat juga melaksanakan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Narasumber menyampaikan bahwa pengurus pernah membagikan paket sembako kepada panti sosial di daerah Rancamanyar. Selain itu, kegiatan santunan anak yatim piatu dan kaum dhuafa rutin dilaksanakan, khususnya bagi anak-anak di lingkungan sekitar. Ia menjelaskan, “Jumlah penerimanya kurang lebih 20 orang.” Bantuan tersebut bersumber dari uang kencleng masjid serta sumbangan para agnia atau orang yang memiliki kemampuan untuk berbagi rezeki, yang kemudian disalurkan dalam bentuk santunan maupun bingkisan.
Di sisi lain, pengurus Masjid Ar-Rahmat berharap semakin banyak warga yang melaksanakan salat lima waktu secara berjemaah di masjid. Narasumber mengungkapkan harapannya agar masjid tersebut dapat menjadi seramai Masjid Jogokariyan, terutama ketika salat Subuh. Ia menyatakan, “Harapannya, masjid selalu dipenuhi jemaah dalam pelaksanaan salat lima waktu.” Menurut penjelasan narasumber, jumlah jemaah harian saat ini dapat mencapai lebih dari dua saf atau sekitar 40 orang, sedangkan jumlah warga perumahan diperkirakan mencapai 400 orang. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pengurus mengajak masyarakat untuk lebih aktif memakmurkan masjid.
Reporter: Putri Zalfa Aulia, KPI/3D






